Kamis, 22 Oktober 2026 Berita Terkini & Terpercaya
alemizmir.comalemizmir.com
alemizmir.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Anak Rantau, Jatah Libur Seminggu: Jalur Murah Kel...

Anak Rantau, Jatah Libur Seminggu: Jalur Murah Keliling Jawa Tengah

Rencana perjalanan tujuh hari buat mahasiswa perantau yang mau keliling Jawa Tengah dengan budget tipis dan waktu terbatas.

Anak Rantau, Jatah Libur Seminggu: Jalur Murah Keliling Jawa Tengah

Gue tahu rasanya jadi mahasiswa perantau. Uang bulanan habis buat kos, makan, dan kuota. Tiba-tiba ada jeda semester atau libur panjang, dan teman-teman mulai posting foto dari Bali. Kamu di kamar kos, ngeliatin dompet, mikir dua kali sebelum beli es kopi.

Tapi dengerin dulu. Seminggu itu cukup buat jalan-jalan, kok. Nggak harus jauh, nggak harus mahal. Jawa Tengah itu tetangga sendiri kalau kamu kuliah di Jogja, Semarang, atau Solo. Dan kalau kamu dari luar pulau, justru ini kesempatan murah buat lihat Jawa dari dekat tanpa harus nabung setahun.

Ini rencana yang gue susun dari pengalaman gue sendiri waktu masih kuliah dulu. Pernah gue jalan seminggu cuma bawa uang 700 ribu, dan pulang masih sisa buat beli oleh-oleh. Bukan karena gue jago hemat, tapi karena rutenya memang disusun biar nggak boncos.

Baca juga: Kenapa Freelancer Sering Salah Baca Musim Liburan di Bali?

Baca Juga: rdonews.com

Hari 1–2: Basis di Kota Kuliahmu, Jangan Langsung Kabur

Kesalahan paling umum mahasiswa perantau itu langsung beli tiket kereta ke kota jauh di hari pertama. Padahal, kota tempat kamu kuliah biasanya punya sudut yang belum kamu jelajahi. Gue dulu kuliah di Semarang tiga tahun dan baru tahu ada Kampung Pelangi di Randusari pas tahun terakhir. Malu, sih.

Jadi dua hari pertama, pakai buat jalan kaki keliling kotamu sendiri. Cari kota lama, pasar tradisional, atau museum yang tiketnya di bawah 10 ribu. Di Semarang ada Kota Lama yang sekarang rapi banget, di Solo ada Pasar Gede, di Jogja ya jelas Malioboro tapi coba masuk ke gang-gang Kotabaru. Modal hari pertama: ongkos angkot plus makan, nggak sampai 50 ribu.

Malamnya, kamu bisa mulai packing. Bawa ransel kecil aja, jangan koper. Kamu bakal naik bus dan kereta ekonomi, koper itu cuma bikin repot.

Hari 3–4: Naik Bus Antar-Kota, Jalur yang Sering Dilupakan

Ini bagian yang paling sering diabaikan anak muda. Semua orang mau naik kereta, padahal bus antar-kota di Jawa Tengah itu murah dan jadwalnya banyak. Dari Semarang ke Kudus naik bus cuma sekitar 20 ribu, dari Solo ke Purwodadi juga nggak sampai 30 ribu.

Gue saranin rute begini: dari kotamu, naik bus ke Kudus. Di sana ada Menara Kudus yang arsitekturnya unik, campuran Hindu-Jawa-Islam. Masuknya gratis, cuma bayar parkir. Setelah itu lanjut ke Jepara, sekitar satu jam dari Kudus. Pantai Kartini dan Karimunjawa itu pintu masuknya, tapi kalau budget mepet, cukup ke Pantai Kartini dan museum ukirnya.

Nginep di Jepara? Jangan di hotel. Cari homestay dekat pantai atau penginapan mushola yang banyak tersedia buat musafir. Gue pernah nginep di salah satunya, bayar sukarela, dan malah dapat sarapan nasi uduk gratis dari ibu pemilik rumah. Pengalaman kayak gini yang bikin perjalanan terasa hidup, bukan cuma pindah dari satu spot foto ke spot foto lain.

Perjalanan murah itu bukan soal nggak punya uang. Ini soal memilih pengalaman yang lebih dekat ke manusia, bukan ke kasir tiket.

Hari 5–6: Masuk ke Pegunungan, Tapi Jangan Sok Mendaki

Dari Jepara, balik arah ke selatan. Targetmu: Wonosobo atau Dieng. Naik bus dari Jepara ke Semarang dulu, lanjut ke Wonosobo. Total ongkos bus mungkin sekitar 60–70 ribu, tapi ini masih jauh lebih murah daripada paket wisata.

Dieng itu cantik, tapi dinginnya nggak main-main. Mahasiswa perantau yang cuma bawa jaket tipis bakal menggigil semalaman. Bawa jaket tebal, atau beli sarung tangan murah di pasar Wonosobo sebelum naik.

Untuk sampai ke Dieng, ada angkutan umum dari terminal Wonosobo. Jangan tergoda langsung sewa jeep yang harganya ratusan ribu. Kalau kamu berangkat pagi, angkutan umum masih jalan dan tarifnya cuma belasan ribu. Tiket masuk kawasan Dieng juga masih ramah kantong, sekitar 15–20 ribu per orang.

Catatan soal akomodasi murah di Dieng

Banyak homestay di desa-desa sekitar Dieng yang menerima tamu dengan tarif 70–100 ribu per malam. Jangan ragu nawar, apalagi kalau kamu datang di hari kerja. Pemilik homestay biasanya lebih longgar harganya kalau sepi. Gue pernah dapat kamar 60 ribu plus sarapan kentang goreng, dan itu jadi salah satu malam terbaik selama kuliah.

Hari 7: Pulang Lewat Jalur yang Berbeda

Ini trik yang jarang dipakai orang. Jangan pulang lewat jalur yang sama dengan waktu berangkat. Dari Wonosobo, kamu bisa turun ke Magelang, lihat Borobudur dari kejauhan kalau malas bayar tiket masuknya, lalu lanjut ke Jogja atau balik ke kotamu.

Kenapa penting? Karena perjalanan pulang yang berbeda bikin kamu nggak merasa "cuma pergi dan balik". Kamu merasa benar-benar keliling. Dan secara praktis, kamu jadi punya cerita lebih banyak buat dibagi ke teman sekamar.

Total budget yang gue hitung untuk tujuh hari ini: sekitar 600–800 ribu, tergantung kota asalmu. Itu sudah termasuk transportasi, penginapan, makan tiga kali sehari, dan tiket masuk. Bandingkan dengan paket wisata seminggu yang bisa jutaan.

Yang perlu kamu siapkan cuma tiga hal: ransel kecil, jaket, dan kemauan buat sedikit repot. Karena jujur aja, naik bus ekonomi itu nggak nyaman-nyaman amat. Kadang berhenti di terminal yang bau, kadang AC-nya mati. Tapi justru di situ letak ceritanya. Nanti kalau kamu sudah kerja dan punya uang lebih, kamu bakal kangen momen-momen begini.

Jadi, kapan kamu mulai? Jangan tunggu uang banyak. Mulai dari minggu depan, dari kota tempat kamu sekarang tinggal. Jawa Tengah nggak akan ke mana-mana, tapi masa kuliahmu cepat sekali lewat.

Tags: jalan-jalan murah mahasiswa perantau jawa tengah itinerary seminggu backpacker